Thursday, June 2, 2011

Malangnya Seorang "Bapak"

5:10 AM


Ini adalah satu sisi kehidupan di jakarta dimana sebagian orang yang tinggal di kota ini sangat kurang atas rasa ketidakpedulian mereka terhadap bapak tua ini yang sudah berumur 68 tahun. kejadian ini berlangsung ketika saya dan 2 orang teman kost saya nira dan tika, kami sedang pergi untuk membeli makan malam. tiba - tiba pas di depan gang kost kami tepatnya di jalan raya kp.melayu. 
Kami menemukan bapak - bapak tua dengan keadaan berdarah di bagian bibir dan hidung dengan keadaan terjatuh dan tergelerak di jalan. rasa penasaran dan iba kami pun terenyuh dan kami pun membantu sang bapak tua itu untuk duduk dan memberi nya minum. saya melihat dan sadar akan keadaan di keliling saya ini banyak sekali para tukang ojek dan pedagang makanan bahkan orang yang berlalu lalang melewati jalanan ini tak satupun mereka peduli dengan keadaan bapak - bapak tua ini yang dipanggil dengan pak mustidji. tanpa pikir panjang saya langsung menanyakan kartu identitas si bapak itu. salah satu teman saya pun mengajak bapak tua itu berbicara menanyakan dari mana asalnya dan dari tujuan mana dll, rasa nya saya ingin sekali marah dengan tukang ojek yang memandang negatif kepada bapak tua itu mereka selalu berpikir orang jahat tapi tidak semua orang itu jahat. kasian bapak tua ini alamat rumah nya pun jauh sekali di daerah ulujami. untung saya menemukan nomor telephone di salah satu kertas yg ada di dompetnya tanpa pikir panjang saya pun langsung menelpon nomor tersebut dan memang benar bapak tua ini salah satu anggota keluarganya yang sudah 3 hari hilang. setelah kami memberi makan dan membersihkan luka - luka yang ada di wajahnya ada perasaan iba dan ingin sekali menangis. alangkah gugup nya bapak tua ini ketika makan bahkan minum entah apa yang ada di pikirannya sekarang. setelah 3 jam pun kami menunggu keluarga sang bapak untuk menjemputnya. akhirnya anak terakhir dari bapak tua ini menjemput bersama teman dan keluarganya, melihat raut wajah sang anak ada rasa khawatir dan langsung dia memeluk bapaknya. kami bertiga pun lega tugas kemanusiaan kami pun selesai tapi saya masih agak rada kesal dengan kepedulian generasi sekarang. 
Ini baru hal kecil mereka memandang negatif bahkan gak peduli sama sekali tapi yasudahlah yang penting bapak tua itu sudah berada pada tempat yang aman dan nyaman. saya bangga dan senang memiliki teman - teman yang masih memiliki rasa kepedulian dan simpati yang tinggi...

Nb : thanks my best friend tika and nira yang sudah membantu saya pada malam itu :)

Categorized |

0 Responses to “Malangnya Seorang "Bapak"”

Post a Comment

Popular Posts

Link partner